#18 PMR SMAN 68, Wira Debat Competition

Menarik melihat seni debat berlangsung. Layaknya seni pertunjukan wayang dan drama musikal. Debat juga memperagakan daya seni tinggi. Bukan berupa bunyi maupun seni lukis. Bukan juga berupa peragaan frasa kalimat seperti sastra. Bukan juga seperti kumpulan sajak beralur pada pantun.  Bukan pula gambar yang menunjukan keelokan keahlian seorang pelukis. Seninya adalah penyampaian pendapat dan gagasan. Peluapan perasaan seni tinggi yang ditunjukan dalam sajak kalimat. Inilah seni yang ditunjukan oleh debat.

Pada kompetensi debat terdapat dua pihal. Pihak pertama disebut pro (mendukung mosi) dan pihak kedua disebut kontra (tidak mendukung mosi). Sifat bersebelahan inilah yang membuat menarik sebuah kompetensi debat. Antara pihak pertama dan kedua tidak mengetahui mendapatkan pro atau kontra di setiap mosi. Membuat keahlian daya pikir dan seni menyampaikan gagasan ialah penilaiannya.

Lempar tangkap gagasan lugas berlangsung. Tak bisa menjawab bukan akhir segalanya. Melempar permasalahan A lalu di samarkan dengan melempar permasalahan B. Inilah yang sering ditunjukan oleh para debaters bila tidak memahami mosi. Point penilainnya hanya satu. Gagasan mereka dapat meyakinkan pendengar dan juri.

Topiknya ialah tentang kesehatan dan sosial lingkungan. Tak ada yang sulit, hanya curious yang diperlukan. Rasa curious inilah yang membuat suatu tim dapat memenangkan lomba. Sebelum mengikuti lomba debat, apakah sudah memiliki curious yang tinggi dalam diri atau tidak? Banyak fenomena disekitar kita yang dapat dijadikan mosi dalam debat. Ahli dalam menangkap panggilan fenomena itulah point memenangkannya. Mosi ada disekitar kita.

Tema mosi ini yang menarik. Membuat setiap wajah-wajah muda haus kehidupan merasa gusar. Dalam hatinya seperti berkata “aduhai sulitnya mosi ini”. Padahal mosi yang diberikan ada di sekitar kita.

Tujuan lomba ini untuk memberi stimulan kepada siswa-siswi betapa pentingnya peduli terhadap kondisi lingkungan kita. Permasalahan yang dianggap sepele oleh khalayak umum,  harus dianggap penting oleh praktisi PMR. Praktisi calon kesehatan masa depan.

Berikut ini adalah tema mosi yang diujikan saat perlombaan debat tingkat wira di SMAN 68 Jakarta :
1. Pemiskinan bagi pelaku koruptor

2. Pemberian BLT bagi warga tidak mampu

3. Kontoversi kurikulum 2013

4. Penggusuran rumah liar untuk pembangunan jalan

5. Pelaku kejahatan dibawah umur masuk penjara

6. Produksi massal mobil murah ramah lingkungan

7. Pengembangan energi nuklir

8. Pengharaman rokok di Indonesia

9. Tontonan masyarakat menghambat pembangunan nasional

10. Penggusuran PKL

11. Pengadaan jam malam bagi remaja

12. Modernisasi di bali untuk ajang Miss World

13. Pengembangan undang-undang santet

14. Reklamasi pantai ancol

15. Tes keperawanan sebagai syarat masuk sekolah

Mosi diatas ialah contoh mosi yang diberikan pada perlombaan PMR tingkat WIRA di SMAN 68 Jakarta.

Ingat, debat adalah sebuah seni. Semakin indah menyampaikan gagasan dan pendapat maka semakin besar peluang mengambil hati juri. Namun, kemenangan bukan segalanya. Mencoba adalah segalanya. Jadikan mencoba diatas segala-galanya dihidup kita. Selamat belajar dan bertemu kami para Juri lomba debat PMR di SMAN 68 Jakarta.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s