#16 Kotak Bewarna Hijau

Kotak Bewarna Hijau

Abdul Prabowo namanya. Abdul ialah sebutan teman – teman untuknya. Dia baru saja meninggalkan masa celana birunya. Memasuki masa abu-abu, SMA Jakarta. Metropolitan sebutan khalayak, namun menurut dia kota Jakarta adalah pedesaan. Tempat rendah hati ditunjukan dan kebaikan terhadap sesama disebarkan. Perbuatan ini pencerminan masyarakat pedesaan yang harus dimiliki masyarakat metropolitan. Abdul ingin mewujudkannya minimal dari diri dia terlebih dahulu.

Tahun 2009 bulan juli ialah hari istimewanya. Jumat pertamanya mengenakan baju muslim dan celana abu-abu.Pakaian ini ialah pakaian kewajiban setiap hari Jumat. Tulisan itu ditemukan pada kertas peraturan “Tata Tertib” yang diberikan oleh pihak sekolah. Abdul ialah siswa baru, kewajibannya ialah mentaati semua peraturan sekolah.

========================================================================

“Jadi, begini proses belajar dan mengajar SMA. Sulit juga bila tidak belajar dihari sebelumnya. Mana mungkin bisa mengejar teman – teman yang pintar di kelas ini” keluhnya pada tumpukan buku biologi berjudul Campbell di atas meja kelas duduknya.

Dari empat hari proses belajar yang dilaluinya, dia menyimpulkan bahwa otaknya tak memiliki kemampuan menangkap dengan cepat. Dia mengamati kondisi teman baru satu kelasnya. Satu kesimpulan didapatinya, teman-temannya semuanya pintar. Ada salah satu teman baiknya bernama Isman Bahari. Dia begitu cepat menangkap ilmu yang disampaikan guru di depan kelas. Abdul tercengang dan heran dengannya.

Masih ada orang hebat seperti ini toh, saya harus berkenalan dan bergaul  secepatnya. Siapa tahu inteligensinya akan menular padaku, katanya dalam hati disela-sela guru biologi menyampaikan materinya.

========================================================================

TENG – TENG – TENG !

Terdengar bunyi keras. Pukul setengah 10 pagi aktivitas belajar dihentikan. Bel bunyi itu pertanda waktu rehatdimulai. Semua siswa keluar namun hanya tinggal Abdul Prabowo dan Isman Bahari di kelas tersebut. Mereka sedang berkenalan dan berbincang hangat.

“Kotak apa ini? Diedarkan terus dari ujung pintu masuk kelas sampai baris paling belakang. Penasaran dirinku” ujar Abdul Prabowo.

“Itu kotak amal namanya. Kayanya setiap jumat kotak itu diedarkan untuk kelas ini. Buktinya ada tulisan X-6 diatasnya” jawab Isman Bahari. Seketika dia langsung mengamati bagian atas dan bawah kotak. Kiri dan samping kotak tak luput dari pengamatannya.

“Wah iya, ada tulisan kelas kita di kotak ini. Namun, ini membuat penampilan kotak hijau ini jelek, penuh dengan tulisan tipe-X

“Biarkan saja, yang penting kita jangan ikut-ikutan”

Timbulah rasa ingin tahu Abdul. Diamatilah kotak hijau yang menyapanya. Kotak ini berukuran 18 X 10 cm.  Timbul pertanyaan untuk mengetahui kotak hijau tersebut dibuat dari bahan apa. Seketika Abdul mencoba ketukan jari tengahnya kepada kuatnya kerangka kotak ini.

“Kurasa, kotak hijau ini tersusun oleh kayu,” Abdul berucap.

“Mungkin, dari bunyi yang kau pukulkan itu pasti kayu, komponen selulosa” balas Isman Bahari.

“Bisa saja kau mengaitkan masalah sederhana ini dengan biologi” timpa Abdul Prabowo.

“Bercanda Abdul, saya keluar dulu mau ke kantin ya!” balas Isman Bahari.

“Titip gorengan empat buah ya” minta Abdul Prabowo.

Isman Bahari sekejap meninggalkannya dengan menunjukan jari jempol kanannya dihadapan Abdul Prabowo. Tampak hanya Abdul Prabowo yang berada di kelas. Dia mengamati lebih dalam apakah ini kotak amal atau bukan. Abdul melipat buku biologinya. Membuka resleting tas, lalu memasukan buku biologi ke dalam tas. Dia sedang terpaku oleh kotak hijau ini.

Dia memberanikan memutar lagi kotak bewarna hijau ini. Melakukan pengamatan dengan seksama. Dilihatlah dengan teliti, diatas kotak terdapat lubang. Dicobalah memasuki uang recehannya dan ternyata uang receh dapat melewatinya.

Diamati lebih mendalam alat yang mengunci kotak hijau itu. Terdapat sebuah gembok kecil erat. Dipegang dan diputar sana sini lalu timbul bunyi “krek”. Bunyi bersumber dari gembok tersebut. Terbukalah kotak hijau itu.

Abdul menelisik lebih dalam dengan membuka kota hijau tersebut. Terlihat uang kertas bewarna merah, biru, dan beragam koin logam didalamnya. Harta karun sebutnya. Inilah kotak amal yang baru dia kenal. Abdul memandang kotak amal dahulu dia kenal ialah kotak amal yang selalu ada tiap hari shalat jumat. Kotak yang selalu muncul di hari jumat namun tidak ada di hari lain.

Ditutuplah kotak hijau tersebut. Dibenarkanlah gembok yang terbuka. Ditaruhlah kotak hijau dimeja selanjutnya. Mulut kotak hijau tersebut menunggu dimasukan lagi lembaran uang atau logam kedalam lambungnya. Bel berbunyi kembali menandakan waktu rehat sudah selesai. Teman – teman barunya memasuki kelas dengan segera, lalu membuka buku pelajaran selanjutnya. Pelajaran dilanjutkan dengan datangnya guru mata pelajaran fisika di kelas.

========================================================================

Di pertengahan jalan menaiki kendaraan Busway menuju rumahnya. Abdul merenung dan berpikir tentang pelajaran yang di berikan kotak hijau kepada dirinya. Dari timbulnya rasa ingin tau maka timbul pertanyaan. Dari timbul pertanyaan maka timbul jawaban. Dari hasil jawaban inilah orang dinilai kemampuannya.

Benar tebakan Abdul bahwa kotak tersebut dibangun dari kayu. Hasil pengamatan temuan baru inilah yang membahagiakan Abdul. Dia bahagia bisa mengetahui rangka kotak hijau ini dibandingkan teman pintarnya Isman Bahari. Ternyata Abdul berpendapat bahwa bukan kepintaran yang harus digunakan namun rasa ingin tau yang harus dikedepankan. Sesungguhnya, rasa ingin tau itu lebih pintar daripada kepintaran itu sendiri. Maka, Abdul Prabowo memutuskan harus memiliki rasa ingin tau yang besar lalu belajar pintar dengan rasa ingin tau tersebut.
Nyok mari abang none kite tumbuhkan rasa ingin tahu kite nyok.
Penulis : Yudha Prabowo
tau

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s