#10 Selamat datang kamar baru

Pada tanggal 17 Juni. Saat dimana umat muslim berpuasa. Saya memutuskan untuk membuat pilihan. Pilihan itu ialah PINDAH KOSAN. Pengertian kosan penulis maksud adalah tempat bernaung mahasiswa saat menimba ilmu jauh dari tempat asal keluarganya. Pindah kosan saat bulan Ramadhan itu menarik dan terkesan bersejarah. Apa alasan menarik dan bersejarahnya? Berikut ini tulisan saya.

Saya memutuskan pindah disebabkan alasan-alasan berikut ini:
1. Lingkungan
Lingkungan itu hal terpenting dalam proses menuntut ilmu. Bandingkan lingkungan mahasiswa sarjana di Negara Maju dengan Negara Berkembang. Dilihat dari pergaulan, fasilitas, kualitas pengajar dan pendidik, teman, serta budaya sungguh pikiran kita mengunggulkan mahasiswa sarjana di negara maju. Inilah arti dari betapa pentingnya lingkungan bagi mahasiswa. Alasan ketidaknyamanan dalam lingkungan (tak bisa dijelaskan) pada kosan sebelumnya yang menyebabkan untuk pindah.

2. Teman
Seperti halnya lingkungan, teman juga mempengaruhi. Pernah berpikir saat pembaca melihat (maaf cuma menggambarkan, bukan bermaksud menyinggung) pengamen anak jalanan. Saat mereka bekerja keras untuk mencari rezekinya di jalanan, setelah terpenuhi apa yang dia lakukan setelahnya, tentunya bermain. Lalu lihatlah dan perhatikan kemana anak kecil imut tersebut berlari dengan memegang bonekanya. Dia langsung menuju teman – temannya. Perhatikan sejenak, teman – temannya ialah sesama profesinya.

Inilah alasan saya untuk memutuskan untuk pindah, sudah nyamankah teman disekitar kosan anda untuk menunjang pendidikan anda. Sebaliknya, pertemanan anda malah menyebabkan semangat dalam menuntut ilmu malah semakin pudar. Ingatlah, sebagai mahasiswa penuntut ilmu. Teman itu sangat penting. Lebih penting lagi bilamana teman tersebut mempunyai satu Visi dengan kita yakni berusaha bekerja keras untuk menuntut ilmu. Kondisi saat ini yang saya berusaha untuk mencarinya. Apalagi dibidang saya dimana lulusannya akan menjadi ahli Farmasi, naik dan turun dalam motivasi menuntut ilmu pasti ada. Maka dari itulah pertemanan ini perlu dirajut saling mengingatkan untuk pecinta pencari ilmu.

3. Fasilitas
Pemenuhan kebutuhan seorang mahasiswa salah satunya tergantung dengan fasilitas yang ada di kosan. Fasilitas umum yang harus dimiliki pada kamar kosan ialah :
a. Tempat tidur
b. Meja belajar beserta kursi dan furniture penunjangnya
c. kamar mandi
d. Luas kamar yang menunjang

Selain itu, barang – barang penunjang lainnya bisa dipenuhi seperti lampu belajar, laptop, rak buku, jam dinding, dan sebagainya. Fasilitas ini ialah alasan sedikit saya untuk pindah kosan.

4. Biaya
Tak dipungkiri, bila berbicara biaya sungguh sensitif. Alasan sensitif dikarenakan kebutuhan “baik” dan “buruk” tempat kosan, oleh khalayak umum selalu dikaitkan dengan biaya. Pasti teman – teman pembaca mempunyai teman, bilamana teman berkunjung ke tempat kosan anda, hal yang pasti dipertanyakan ialah berapa biayanya? Keberuntungan, tempat baru dibuka, dan diskon juga harus dipikirkan para peng-Kepo biaya kosan teman.😀

5. Tempat Strategis
Coba bayangkan bilamana pembaca bertempat tinggal yang jauhnya sekitar 5 km dari tempat menunut ilmu. Dari segi waktu saja sudah membuang sekali. Apalagi dari segi biaya. Ini alasan pembaca yang harus diperhitungkan bilamana teman – teman mempunyai hasrat pindah kosan.

6. Masjid
Ini tempat pentingnya. Hijrah untuk bisa mendekati Masjid yang banyak isi kajian ilmu itu sangat penting. Kita mahasiswa jalur pendidikan formal, bukan ilmu syar’i. Alasan mau menyeimbangkan antara ilmu agama dan ilmu dunia, masjid yang banyak kajian ilmunya sungguh wajib dijadikan prioritas pindah tempat kosan. Tak ada yang bisa menyelamatkan kita setelah meninggalkan dunia ini. Kecuali amal. Amal yang baik pasti dengan bersemangat dahulu menuntut ilmu dengan cara yang baik. Jangan lupa Masjid hal terpenting bila ingin memutuskan pindah kosan.

Enam alasan dasar inilah yang menyebabkan saya ingin pindah kosan. Saya akan membahas alasan menarik. Di negara Indonesia, pindah itu hal yang lumrah. Pada lebaran saja kita bisa melihat berbondong – bondongnya warga untuk mengunjungi kerabat saudaranya di daerah lain. Budaya pindah itu hal biasa bilamana tujuan pindah itu baik seperti saat lebaran, tujuannya ialah mengunjungi Kerabat sanak saudaranya. Lalu apa alasan saya pindah apakah punya tujuan. Pastinya memilikinya inilah alasan saya memutuskan. Hal ini menarik dikarenakan perkara memutuskan dan tidak memutuskan itu bisa sebagai jembatan perubahan dan pendaki gunung. Apakah bisa melewati aliran air melalui jembatan atau tidak. Apakah bisa mendaki gunung sampai dipuncak atau tidak. Perkara memutuskan dan diputuskan itu alasan menarik bukan😀

Mari ditinjau dengan nilai sejarahnya. Apa yang anda bayangkan bilamana perpindahan ibukota Indonesia saat di Jogjakarta tidak diubah. Saat ini ibukota Indonesia pasti ditengah tengah pulau jawa, bukan condong di sebelah kiri pulau jawa. Ini bersejarah bukan menurut kita. Lalu ditinjau dari kehidupan saya. Ini hal bersejarah, alasannya dari waktu pindah ialah saat ramadhan, proses perpindahannya dibantu oleh lima sahabat karib dan satu senior. Bersejarah bukan saat teman meminta pertolongan lalu dibantu sama teman satu fakultasnya. Mari bayangkan soal persahabatan. Seandainya sejarah bisa diulang tentang Perdana Menteri Winston churchill (perdana mentri Inggris) dan Presidend F.D Roosevelt (presidend Amerika Serikat) ialah bukan sahabat kharib dan tidak saling membantu membuat piagam atlantik. Pada tanggal 14 agustus 1945 tidak ada perdamaian di dunia modern ini dan ketidak adanya badan PBB di dunia ini. Ini nilai bersejarah bukan?

Penulis : Yudha Prabowo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s